Oleh: km3community | Agustus 13, 2010

PENDIDIKAN UNTUK GENERASI ISLAM

Sigit Wibowo

Pendidikan adalah investasi masa peradaban,  sarat akan makna-makna filosofis yang tinggi, bahwasanya untuk dapat memegang puncak peradaban masa depan adalah dengan memajukan pendidikan. System pendidikan yang menyeluruh kedalam aspek-aspek dan sendi kehidupan manusialah, yang selanjutnya akan mewujudkan seorang kader-kader muda  cerdas  yang akan meneruskan setafet pembangunan bangsa.

Kenapa harus Dunia Pendidikan???

Indonesia sarat akan sumber daya alam, baik migas dan non-migas, brunei kaya akan minyak bumi dan banyak sekali contoh-contoh lain yang bisa kita ambil. Pada dasarnya minyak bumi dan kekayaan alam lainya, akan dapat habis apabila dipakai terus-menerus dengan tanpa adanya upaya untuk pelestariannya. Apabila negera-negara kaya akan sumber daya alam tersebut sudah habis sumber daya alamnya, tentu tidak ada lagi yang dapat dijual, dan pada akhirnya mereka akan menjadi Negara miskin yang tidak punya nilai jual. Kondisi itu harus bisa di fahami oleh berbagai fihak baik di Indonesia, brunei dan Malaysia, di mana Negara-negara tersebut memiliki kekayaan alam yang cukup besar.

Saya kira dalam permasalahan ini Negara seperti Indonesia, Malaysia dan Brunei memiliki karakter yang sama, di mana Negara-negara tersebut cukup memiliki sumber daya alam yang cukup besar. Mengingat yang telah disebutkan di atas bahwasanya sumber daya alam dapat habis, maka perlu sekiranya dari pemerintah masing-masing Negara tersebut untuk segera untuk memikirkan dunia pendidikan.  Dunia pendidikan yang akan mengelola dan memproses sumber daya manusia menjadi berkualitas. Disamping itu SDM yang diperkirakan tidak akan pernah habis hendaknya menjadi sebuah sektor yang strategis untuk dikembangkan. Tentu kita masih ingat dengan jepang, yang mana Negara tersebut pernah di Bom Nuklir oleh sekutu, sehingga otomatis kesetabilan Negara tersebut goyah. Dalam kondisi demikian kaisar jepang tidak menanyakan kepada stafnya”berapa tentara yang masih hidup”akan tetapi menanyakan “berapa guru yang masih hidup”, dan sekarang bisa kita lihat betapa hingar-bingarnya jepang dengan kemajuan teknologinya.

Indonesia, Malaysia dan Brunei yang merupakan Negara dengan penduduk mayoritas Muslim, tentu tidak boleh melupakan system pendidikan islam bagi generasinya mudanya. Dengan potensi penduduk muslim yang besar, mestinya kita tidak akan kesulitan untuk mencetak genrasi muslim yang tangguh, yaitu generasi yang memiliki kedalaman dalam ilmu Agama dan dapat menguasai perkembangan ilmu dan teknologi. Untuk menjadi seorang generasi muslim yang berkualitas, hendaknya mampu menguasai 2 disiplin ilmu yaitu : ilmu yang sifatnya fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. Kenapa harus demikian, karena 2 hal itu di dasarkan pada hakekat manusia yang bersifat ganda (dual nature), aspek fisikalnya berhubungan pada ilmu-ilmu pengetahuan yang bersifat fisikal dan tekhnikal/fardhu kifayah, sedangkan kondisi spiritualnya sebagai mana terkandung dalam istilah ruh, nafs, qalb, dan aql yang intinya berhubungan dengan ilmu inti/fardhu ain, menurut Wan Mohd Nor Wan Daud (1998:274).

Ilmu fardhu ain (ilmu agama)

Setiap manusia wajib mempelajari ilmu, ini karena merupakan inti dari sebuah ilmu pengetahuan. Menurut KH AR Fakhrudin Ketua Umum PP Muhammadiyah, yang merupakan salah satu ormas besar di Indonesia mengunkapkan bahw “bahwasanya kalau seseorang sholat, puasa dan mengerjakan amal shalih tetapi masih tetap membicarakan kejelekan orang lain dan masih suka berbuat maksiat, maka ibadahnya sifatnya masih main-main, untuk itu kegiatan ibadah umat muslim juga menjadi wahana pembelajaran, orang yang sudah beribadah dengan baik hendaknya bisa lebih baik dan berbeda dengan yang tidak ibadah.

Menurut ihkwan al-shafa mengingatkan pada akhir abab 10 akan terjadi kegagalan ilmu pengetahuan di kerenakan ilmu sekarang berlandaskan aspek keduniawian. Begitu juga dengan Al ghazali yang menekankan bahwasanya membersihkan hati adalah merupakan tugas pertama yang hendaknya dilakukan oleh pelajar dalam mencari ilmu, sedangkan untuk guru menempatkan keikhlasan sebagai kewajiban yang kedua setelah membimbing peserta didik dengan rasa simpati dan seakan-akan seperti anaknya sendiri, selain itu Nashir Al-Din Al-Thusi juga menekankan ilmu untuk mencari ridha Alloh SWT, menghilangkan kebodohan di hati, menhidupkan Agama Alloh dan melestarikan Islam melalui Amar ma’ruf nahi munkar.

Demikianlah sekelumit pentinganya landasan spiritual (ilmu agama) dalam kegiatan ilmu pengetahuan dan dalam kehidupan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk social. Secara umum ilmu fardhu ain antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Al Qur’an

Dalam hal ini yang dimaksud Al Qur’an dalam pembacaannya dan interpretasinya (tafsir dan takwil), menururut Al Attas dalam Wan Mohd Nor Wan Daud (1998:275), beliau menganggap bahwa Al Qur’an adalah karya ilmiah yang mapan, dan yang tidak mudah terkena kesalahan fundamental. Selanjutnya ia mengatakan bahwa ilmu tafsir adalah ilmu yang mendekati sebuah ilmu pasti, karena di dalamnya berdasarkan pada sifat-sifat dasar bahasa arab yang menjaga segala perubahan-perubahan yang tidak beraturan baik arti dan istilahnya, maupun berdasarkan pada Al Qur’an dan hadist.

  1. Sunnah

Kehidupan nabi, meliputi sejarah dan risalah nabi-nabi terdahulu , hadist dan perawinya. Dalam hal ini hadis juga menjadi penjelas hukum-hukum yang ada dalam Al Qur’an.

  1. Syariat

Fiqih dan hukum, terkait prinsip-prinsip dan pengamalan islam (iman, islam, ihsan).  Ilmu syariat  dalam pelaksanaannya dalam masyarakat harus didasarkan pada ilmu yang tepat, moderat dan adil.

  1. Ilmu kalam

Tuhan, Dzat-nya, sifat-sifat, nama-nama dan perbuatannya ( At-tauhid), merupakan materi yang sangat penting untuk membentuk generasi yang muslim, kadang kita mengaku bahwa tidak ada sembahan lain kecuali Alloh SWT, akan tetapi mungkin bisa jadi tanpa sengaja manusia membuat thaghut-thaghut yang disembah.

  1. Ilmu bahasa

Ilmu bahasa, terkait dengan tata bahasanya, dan sastra. Tujuannya adalah, selain untuk ketrampilan berkomunikasi dengan bahasa arab, melainkan juga ketrampilan untuk menganalisis sumber-sumber primer dalam khasanah islam, intelektual dan spiritual penting dalam bahasa arab. Menurut Ust Fathurahman Kamal, Dosen di Ma’had Ali Bin Abi Thalib UMY, kalau kita mau belajar islam dengan benar dan tersistematik, harus belajar bahasa arab.

Ilmu fardhu kifayah

Ilmu fardhu kifayah adalah ilmu yang sifatnya kolektif. Oleh karena itu setiap umat muslim tidak di wajibkan untuk mempelajari ilmu ini, akan tetapi seluruh mukminin akan bertanggung jawab apabila tidak ada satupun yang mempelajarinya, karena nantinya masyarakat itu sendiri yang akan merasakan akibatnya.

Dalam hal ini umat islam banyak ketinggalan dengan Negara barat, banyak sektor-sektor industry yang banyak dikuasai oleh barat, sedangkan Negara-negara muslim banyak yang ketinggalan dalam hal IPTEK dengan negera-negara di barat (eropa). Banyak sekali kita lihat barang-barang elektronik dan lainnya bukan buatan orang-orang muslim.

Sebenarnya para pemuda muslim banyak yang pandai dan bahkan lebih, namun terkadang mereka kurang mendapatkan kesempatan untuk berkarya, terkadang pula mereka yang pandai dan cerdas sering terjebak pada orientasi keduniawian saja, jadinya nilai imbal balik kepada umat muslim terhadap karya-karyanya sangat kurang. Contoh-contoh ilmu yang bersifat fardhu kifayah antara lain adalah :

  1. Ilmu kemanusiaan
  2. Ilmu alam
  3. Ilmu hitung
  4. Teknologi dan informasi
  5. Perbandingan agama
  6. Kebudayaan
  7. Ilmu ekonomi
  8. Ilmu politik
  9. ilmu kesehatan
  10. Ilmu linguistic, bahasa islam dan sejarah islam dan ilmu-ilmu penting lainya.

Dengan mempelajari kedua ilmu tersebut yang menjadikannya terintegrasi, sehingga para generasi muslim yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang beriman, dan berakhlak mulia. Di Indonesia ormas islam Muhammadiyah sudah menuju ke arah tersebut, dengan jalan membangun banyak sekali akses-akses pendidikan, yang nantinya diharapkan akan menjadi generasi muslim yang tangguh dan memiliki andil besar terhadap perkembangan umat islam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: