Oleh: km3community | Januari 14, 2009

Khazanah Islam

Ibnu Tulun
Sang Pembuat 100 Kapal Perang

Ahmad Ibu Tulun adalah seorang Gubernur Mesir pada masa Dinasti Abbasiyah. Ia adalah anak dari seorang budak berkebangsaan Turki bernama Tulun, yang dalam bahasa Turki berarti kemunculan yang sempurna.
Ahmad Ibnu Tulun dilahirkan di Baghdad saat bulan Ramadhan 220 H/September 835 M. Tak lama setelah kelahirannya, sang ayah meninggal dunia. Sang ibu kemudian dipersunting Bagha al-Ashghar, salah satu panglima militer Dinasti Abbasiyah yang berasal dari daerah Turki. Tak lama, Bagha al-Ashghar juga meninggal dunia.
Ibu Ahmad Tulun menikah untuk ketiga kalinya dengan seorang pembesar militer bernama Bakbak (bayik Bey) yang menggantikan posisi mantan suami keduanya. Ibnu Tulun tumbuh besar dalam tradisi Turki dan didikan militer ayah tirinya. Sejak itu, ia aktif dalam dunia militer.
Beranjak dewasa, Ibnu Tulun menikahi anak perempuan dari panglima militer lain Yarjukh, teman ayah tirinya. Ia ditunjuk sebagai Gubernur Mesir di bawah kekuasaan Khalifah Al-Mu’tamad Billah-penguasa Dinasti Abbasiyah.
Para sejarawan menjelaskan, Ibnu Tulun adalah orang yang kuat dan keras. Ia memerintah dan membuat suatu pertumbuhan dan stabilitas. Perawakannya tinggi dan tampan. Pada awal menjadi gubernur, ia menangani konflik dengan Ahmad Ibnu al-Mudabbir-pengumpul pajak resmi Dinasti Abbasiyah.
Konon, Ibnu Al Mudabbir lebih senang melaporkan hasil pajak kepada khalifah di Baghdad dibandingkan dengan Ahmad Ibnu Tulun. Merasa tidak dihormati, Ibnu Tulun mengambil tindakan. Akhirnya, ia berhasil menundukkan ibn Al-Mudabbir. Setelah itu, pamornya langsung naik.
Ibnu Tulun mempunyai kekuasaan yang begitu luas meliputi wilayah Mesir hingga Alexandria. Pada masa kejayaanya, Ibnu Tulun berhasil memerintahkan pembuatan 100 kapal perang dan ratusan kapal kecil. Inilah salah satu pencapaian terbesar Ibnu Tulun. Ia mampu mengasai lautan. Tak heran jika kekuasaannya semakin kuat.
Sampai-sampai, Ibnu Tulun tak lagi menyebut dirinya sebagai gubernur, melainkan sebagai pemegang kebijakan independen yang tak lagi memiliki kaitan hierarkis dengan Dinasti Abbasiyah. Ia membangun dinasti sendiri-Dinasti Tuluniyah-di Mesir yang lepas dari pengaruh Dinasti Abbasiyah.
Ia menunjukkan kekuasaan yang dikendalikannya itu dengan memasang gambar wajahnya di mata uang, mengangkat pembantu (menteri), kepolisian, bea dan cukai, istana, perdagangan, dinas dan intelejen.
                                                                                                                                                          (Saiful Azhar Aziz: Dari berbagai Sumber)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: